Rabu, 23 Desember 2009

Senin, 21 Desember 2009

Roots 'n' Boots


Alternative
Aggro-Culture
Keep The Faith
Trouble On Our Streets
Worka-Hooligunz
Whatever Happens
Those Were The Days
Up Yours!



Kamis, 17 Desember 2009

The Casualties

Marjinal

Album : Predator (2005)
Genre : Punk Rock

Track List :
01. 1+1=8
02. Aku Mau Skolah Gratis
03. Bebaskan
04. Banyak dari Teman - Temanku
05. Bener - Bener Rumah Sakit
06. Berdce
07. Boikot
08. Buruh Migran
09. Cinta Pembodohan
10. Do It Yourself
11. Globalisasi
12. Go to Hell With Your Aid
13. Kereta Kelas Ekonomi
14. Kerja Bakti
15. Koruptor=Rajanya Maling
16. Luka Kita
17. Marsinah
18. Mas Berto
19. Negri Ngeri
20. Otot Kawat Tulang Baja
21. Predator
22. Rakyat Biasa
23. Rencong Marencong
24. Tang Dung Dung Dung Tang Dung Des


Anti System

Album : Republic Chaos (2009)
Genre : Crush Punk

Track List :
01. Anti System
02. Republic Chaos
03. Police Shit!
04. Bajingan
05. Drunk
06. Riot
07. Street of Punk
08. Approdit Shit
09. Fight for Your Life
10. Fuck the System
11. Straight to Shout





Selasa, 15 Desember 2009

INILAH Serba - serbi tentang Alay : LENGKAP !!

SEBENARNYA APA ITU ALAY?
Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling santer adalah anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan "anak kampung", karena a
nak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.

Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tul
isan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"


Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."

1. Suka banget pake tulisan atau teks yang GedE keCiL-gEdEkeciL

2. Sok bergaya Emo atau Harajuku tapi pas ditanya asalmulanya, gak tau sama sekali

3. Kalo sms atau ngirim komentar memakai bahasa aneh seperti, "aQuWh, maNi3eZz.."

4. Pokoknya gaya rambut si cowok persis kayak Kangen band (buset dah...)

5. Terlihat memakai postman bag berjenis kulit tapi ga jelas merk dan beli di distro yang mana...

6. Kurus kerempeng, suka memegang rambut dan bermuka bokat

7. Beraninya kalo bikin ulah pasti barengan dan gak berani kalo sendirian

8. Sok kaya, sok imut, sok cantik, sok keren, sok gaul, sok techno padahal waktu ditanya kode HTML aja gak bisa

9. Untuk lagu barat, mereka tidak tahu lagu barat yang sedang nge-tren dan mereka(orang alay) hanya tahu lagu barat dari jaman eighty dan ninety doank (parah gak sih?)
Yang paling parah memang anak-anak alay suka melebih-lebihkan serta kangen-band adalah pemicu gaya anak alay jaman sekarang...sifat- sifat alay itu sangatlah norak dan ga elit banget.

Alay itu orang kampung yang kampungan dengan dandanan kampungan, ngerti maksud saya? Tidak semua orang kampung itu kampungan, contohnya si doel, walaupun namanya berkesan alay tapi karakternya tidak alay. Nah orang kampung yang kampungan itu biasa disebut alay.

Apakah bukan orang kampung bisa disebut alay? Kita ambil contoh Vino G Bastian, menurut gw dia bukan orang kampung, tapi rambutnya berkesan alay dan sering dijadikan role model oleh alay namun karena perilaku dan mukanya yang tidak kampungan maka vino tidak termasuk alay..jadi.. Jawabannya bisa jadi, bukan orang kampung termasuk alay, namun kasus seperti ini teramat sangat jarang terjadi, karena rata-rata alay itu anak kampung.

Lalu apa itu kampungan?
Perilaku yang tidak mencerminkan dirinya sebagai manusia yang benar, setidaknya berbuat benar. Contohnya: tawuran antar kampung atau antar sma, nongkrong di halte bareng geng alaynya sambil godain cewek, bergerombol di stasiun, di mall jelek, di pasar sambil ngerokok terus bicara dengan nada yang tidak bisa disebut tinggi tapi lebih tepat cempreng sambil ngata2in temen se gengnya dan tentu saja sebagian masih menggoda cewek yang lewat, kalo di bioskop suka nyari perhatian dengan suara cemprengnya komentar gak jelas ketawa berlebihan dll

Apakah anak emo itu alay?
Tidak emo bukan alay. Emo adalah definisi yang berbeda dengan alay, namun alay kerap menggunakan dandanan style ala emo yg secara otomatis menjatuhkan pamor dari emo itu sendiri.

Perbedaan emo dengan alay gaya seperti apa?
Well, celana skinny dengan baju agak ketat warna item, make sepatu converse, gaya rambut lurus dan panjang di depan namun cepak di belakang. Namun acapkali alay mencoba menerapkan gaya tersebut, rambut yang seolah dipaksa2in, celana abal, baju abal, sepatu apa lagi, ditambah dengan ikat pinggang metal yang khas sekali, bisa dicari di pasar2 contohnya klender atau poncol.

Oke gayanya minta digampar emang
kebanyakan alay adalah supporter sepakbola yang fanatik atau berlebihan, sesuai dengan definisi kampungan dari seorang alay, yaitu tidak sportif kalo kalah, terus rusuh barang2 dirusakin, baru2 ini di bandung telah terjadi perusakan oleh alay saat pertandingan persib vs persija di ISL.

Selera musik?

Senin, 14 Desember 2009

kompilasi punk

The Rabble

01-No Clue, No Future
02-My Way
03-The Coast Song
04-Old Friend
05-Our Lives
06-Down On Your Luck
07-Police & Thieves
08-Friday Night








Minggu, 13 Desember 2009

The Adicts

01 - Spank me baby
02 - I love you but don't come near me
03 - Reaky deaky boys & girls
04 - I'm not scared of you
05 - Over there
06 - The whole world's gone mad
07 - Gangster
08 - We ain't got a say
09 - Full circl
e
10 - Mr. dice man
11 - Tune in, turn on, drop out
12 - Mr. hard
13 - Hidden track



Defiance-Out Of Ashes

01-Terrorist Attack
02-Not Four You
03-Spoils Of The Last war
04-Watch It All Fall Down
05-Into The Dust
06-Another Statistic
07-I've Had Enough
08-Missles...
09-Dead End Generation
10-No Room For You
11-Its Too Late





Misfits


Bunga Hitam

Sabtu, 12 Desember 2009

xzexuzi

Genre Punk Rock
Kota Blitar
Rilis 2007

01. Punk Bukan Preman
02. Fuck Police
03. Cewek Jaman Sekarang
04. Koruptor = Anjing
05. Anak Gaul Dancoxan
06. Realita Cinta



Rabu, 09 Desember 2009

Senin, 07 Desember 2009

crew xzexuzi






Terbentuknya band xzexuzi pada tanggal 17 agustus 2006 yang bertepatan dengan hari kemerdekaan indonesia,formasi xzexuzi yaitu david ( drum ),rama ( gitar + vocal ),doni ( bass ).
Aliran musik kami mengusung Punk Rock,group kami banyak mengalami perubahan pada personil.
Yang semula hanya 3 orang kini tinggal 2 orang,karena gitaris kami ( rama ) sedang berada di kalimantan karena urusan kerja.Untuk mengisi kekosongan group,kami berdua sepakat mencari pengganti sementara.

Akhirnya kami memasukkan cekak ( vocal ),ketek ( backing vocal ),kirun ( bass ),sementara gitaris di ambil alih oleh doni.Karena kirun dirasa hanya menghambat group,akhirnya crew xzexuzi sepakat mencabut kirun dari peredaran.Cekak dan ketek mengundurkan diri karena ada suatu hal yang gak bisa diceritakan disini,karena rama sudah datang lagi dari kerja'an nya maka kiat akhirnya mulai menata kembali personil yang sedikit kacau.Dengan masuk nya rama kembali,maka group kembali mencari kekosongan yang telah ditinggalkan.akhirnya kami memasukkan yama ( silet ) sebagai gitaris dan bass kembali di pegang oleh doni, sekarang posisi kembali ke awal lagi dengan di tambahnya silet sebagai gitaris.

Posisi personil yang solid sekarang :
* Rama ( ti pat kai ) : gitar + vocal
* Yama ( silet ) : gitar
* Doni ( gaprang ) : bass
* David ( kepet) : drum

Selasa, 01 Desember 2009


Marjinal dibentuk 12 tahun yang silam pada 22 Desember 1996, bertepatan dengan Hari Ibu di kalender nasional. Dua belas tahun yang lalu (1996), para personel Marjinal bertemu di sebuah kampus grafika di Jakarta Selatan.

Awalnya, mereka ingin kuliah, tapi semakin lama mereka tidak tertarik. Apa yang dipelajari di kampus telah mereka kuasai, mereka telah ahli dalam menggambar, desain dan lain-lain.

Para personel Marjinal bertemu dan membicarakan situasi di luar kampus, yang atmospherenya bersifat represif, nggak bebas mengeluarkan pendapat atau berekspresi.

Lalu mereka membangun sebuah jaringan namanya Anti Facist Racist Action (AFRA), yang didalamnya berisi kawan-kawan yang mempunyai kesadaran melawan sistem yang fasis.

Mereka menggunakan media visual, lewat poster dari cukil kayu, baliho dan lukisan yang menggugah kesadaran generasi muda, untuk melawan sistem fasis yang diusung Orde Baru. Selain melakukan diskusi, penerbitan newsletter, dan aksi turun ke jalan, mereka secara kebetulan juga bermain musik. Dengan modal gitar dan jurus tiga kunci, mereka membuat lagu sendiri yang berangkat dari kenyataan hidup sehari-hari. Kemudian mereka menamakan kelompok itu awalnya Anti Military.

Dalam perkembangannya, Anti Military dipahami orang-orang sebagai sebuah band, Padahal mereka bukan musisi dalam arti sesungguhnya! Musik menurut mereka hanya sebagai alat komunikasi kepada khalayak yang lebih luas, lebih asyik, medium menyampaikan pesan dan jadi inspirasi untuk anak-anak di pergerakan ke depan ketika melihat kenyataan kehidupan sosial-politik dikangkangi rejim yang fasis militeristik.

Persoalannya bukan lagi rejim yang fasis dan rasis saja. Tapi lebih luas lagi, negeri ini jadi negeri yang mengerikan, banyak tragedi, perang saudara, buruh-buruh diperas, dieksploitasi, rumah sakit dan pendidikan begitu komersial, kereta-api sebagai sarana angkutan melayani orang seperti mengangkut binatang. Jadi, dari sistem yang fasis, anti demokrasi, terpusat dan korup kini menyebar ke sendi-sendi kehidupan bangsa.

Menurut mereka, bangsa ini sudah lupa bagaimana para pejuang dulu mendirikan Indonesia sebagai sebuah nation. Indonesia didirikan sebagai kesatuan dari tekad para pemuda yang beragam suku, agama, latar belakang sosialnya itu bersatu membangun sebuah nation! Lalu mereka mengganti nama dari Anti Military menjadi Marjinal.

Berawal ketika Mike, sang vokalis menemukan kata Marjinal karena terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan yang mati disiksa militer. "Marsinah..Marsinah...MARJINAL" Kata Marjinal sendiri waktu itu belum banyak dipakai untuk menjelaskan posisi orang-orang pinggiran.